
Belakangan ini, terus disebut sebut ekonomi Sumatera Barat berada di posisi paling bawah, tertinggal dibanding daerah lain, bahkan dianggap gagal berkembang. Narasi ini menyebar cepat, dibagikan tanpa henti, dan perlahan membentuk persepsi seolah-olah itulah kondisi yang sebenarnya.
Namun, Apakah klaim tersebut benar-benar berdasarkan gambaran utuh, atau hanya potongan informasi yang belum lengkap? Karena sampai hari ini, yang beredar lebih banyak berupa asumsi, interpretasi sepihak, dan potongan data yang tidak menjelaskan kondisi secara menyeluruh.
Di sinilah Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik menjadi sangat penting. Seluruh aktivitas usaha akan didata, dari skala kecil hingga besar, dari yang terlihat berkembang hingga yang sebenarnya hanya bertahan. Data ini akan menghadirkan potret nyata yang selama ini tidak terlihat secara utuh di ruang publik.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni HY, menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat terkhusus di wilayah Kab. Pesisir Selatan dan Mentawai , kita perlu melihat kondisi ekonomi secara jernih agar dapat menentukan arah dan kebijakan dalam pembangunan.
Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi proses untuk menguji berbagai klaim yang selama ini beredar. Apakah ekonomi benar-benar stagnan, atau sebenarnya bergerak namun tidak terlihat? Apakah usaha masyarakat berkembang, atau hanya bertahan dalam tekanan?
Ketika data itu dirilis nanti, publik akan dihadapkan pada fakta yang tidak bisa dibantah. Dari sanalah arah pembahasan akan berubah, dari perdebatan tanpa dasar menjadi diskusi yang berpijak pada data. Dan Sensus Ekonomi 2026 menjadi titik penting untuk menjawab pertanyaan yang selama ini terus diperdebatkan bagaimana sebenarnya kondisi ekonomi Sumatera Barat hari ini.


